Pria yang lahir di kota semarang ini telah banyak menciptakan
karya-karya musik reggae dan banyak sekali orang yang menyukainya,
karena dalam setiap lagunya ia selalu memasukkan unsur-unsur
kemanusiaan, isu sosial, cinta, politik, serta fenomena yang sering
terjadi di masyarakat. Bersama Band Rastafaranya, ia sempat merilis 2
album yaitu Gimbal (1996) dan Gue Falling In Love (1997). Tony Q
Rastafara juga dikenal sebagai orang yang mempopulerkan istilah rambut
gimbal (style dreadlock) di indonesia, dan sampai saat ini istilah
tersebut masih ada.
Tony Q Rastafara sempat vakum bermusik pada tahun 1997, dan kemudian
mendirikan band reggae baru dengan nama Tony Q & New Rastafara pada
tahun 1998, namun band itu juga tidak bertahan lama karena ia memutuskan
untuk menjadi penyanyi solo dengan nama Tony Q Rastafara. Pada tahun
2000 ia merilis album solo dengan titel Damai Dengan Cinta. Nampaknya
album ketiga ini adalah awal jalan mulus dari Tony Q Rastafara di musik
reggae, karena berawal dari album tersebut Tony Q Rastafara ditawari
oleh seorang profesor musik dari Kanada untuk mengirimkan demo
lagu-lagunya untuk dikirim ke ajang Bob Marley Festival di Amerika pada
tahun 2002. Pihak penyelanggara pun menyukai lagu-lagu Tony Q Rastafara
tersebut dan memintanya untuk ikut tampil di ajang tersebut, namun itu
gagal dilaksanakan karena tidak mendapatkan izin visa dari kedubes
Amerika. Tidak diberikannya izin tersebut dikarenakan masalah keamanan
terkait tragedi WTC setahun sebelumnya (2001). Akhirnya kesempatan Tony Q
dan kawan-kawan untuk go internasional pun melayang.
Salah satu prestasi Tony Q yang lain adalah lagunya yang berjudul Pat Gulipat (album Damai Dengan Cinta)
masuk dalam album kompilasi musik dunia Putumayo World Music Reggae
Playground dan dirilis pada tahun 2006. Tentunya dengan prestasi ini
mengangkat nama Tony Q Rastafara sendiri dan juga mengharumkan nama
Indonesia di kancah musik reggae internasional, karena Tony Q adalah
satu-satunya wakil dari benua Asia. Hidup Reggae dot com.!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar